Limbah dan Bumi
Limbah Bertambah Bumi Berduka
Mungkin kita sudah tidak asing dengan kata ‘limbah’ dimana pada
akhir-akhir tahun ini sudah menjadi isu mendunia. Sudah banyak kita lihat di social
media ataupun di kehidupan nyata bahwa ekosistem laut seperti penyu yang
hidungnya berdarah mengeluarkan sampah, kuda laut yang ekornya terlilit sampah
atau hewan laut lainnya yang juga terkena dampak dari limbah tersebut.
Tak terlepas Indonesia, yang dalam lansiran cekaja.com menjadi Negara penghasil
sampah plastik ke-2 di dunia setelah China. Hal itu sangat meresahkan tentunya
bagi kita semua, terlebih sebagai masyarakat yang tak lain dan pasti limbah plastik
tersebut ada yang berasal dari kita karena kelalaian dan kurang pedulian kita
terhadap lingkungan sekitar. Perlu kita ketahui bahwa Indonesia memproduksi kurang
lebih 3,2 ton sampah plastik pertahunnya dan sebagian besarnya berakhir ke lautan
karena kurangnya pengolahan sampah yang ada.
Dengan melihat keadaan yang sangat miris pada saat ini tentunya kita
harus melakukan langkah bijak demi dapat menyelamatkan bumi ini. Karena jika
tidak masa depan kita, masa depan anak cucu kita akan terancam. Jika saat ini
saja perairan di bumi ini sudah
sangatlah dipenuhi dengan limbah plastik, limbah rumah tangga maka akan ada
kemungkinan besar beberapa tahun kedepan lautan di dunia akan menjadi lautan
limbah, dan ekosistem laut akan pelan-pelan memunah. Yang juga harus kita
ketahui bahwa alam membutuhkan waktu yang sanggat lama untuk dapat menguraikan
sampah-sampah non-organik, dimana plastic diperlukan waktu selama 50-100 tahun
untuk dapat terurai, putung rokok selama kurang lebih 10 tahun waktu tersebut tidaklah
singkat.
Padahal kita tahu bahwa sebagian besar bahan pangan yang kita butuhkan
berasal dari laut, produk makanan, bahan dasar pangan kebanyakan dihasilkan
dari laut, dalam artian lebih banyak bahan pangan yang dihasilkan dari laut
ketimbang dari daratan. Lalu apa dampak lain yang akan terjadi selain ekosistem
laut memunah apabila limbah tersebut memenuhi lautan atau perairan dunia? Tentunya
kita sebagai manusia akan mengalami kekurangan bahan pangan, kekurangan air bersih
karena sudah tercemar, kesehatan terancam, lingkungan bersih tak bisa
diciptakan. Yang artinya jika limbah plastic tidak segera ditangani dengan baik
juga tidak ada kepedulian kita terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan
sekitar maka bumi akan mengalami kerusakan yang sangat fatal.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan untuk
mengurangi limbah plastik adalah dengan melakukan beberapa hal, yaitu:
1. Mengurangi penggunaan plastik saat berbelanja dengan menggantinya
menggunakan tas belanja ramah lingkungan karena bisa disimpan kembali dan di
gunakan ketika diperlukan lagi. Saat ini tas belanja yang ramah lingkungan
sudah banyak tersedia sehingga kita sendiri juga akan mudah mendapatkannya.
2. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
3. Membuang sampah pada tempatnya. Dan alangkah baiknya ketika sampak organik
dan non-organik dipisahkan tempat pembuangannya, karena akan sanggat
mempermudah pengelolaan.
4. Mengelola sampah dengan baik. Tentunya bisa dilakukan pendauran ulang
seperti dengan pembuatan kerajinan tangan yang berasal dari plastik sehingga
pemanfaatanya juga akan membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
5. Membawa botol minum sendiri ketika berpergian. Selain untuk mengurangi
sampah botol plastik, membawa minuman sendiri juga bagus untuk kesehatan tubuh
kita dengan air minum yang kita konsumsi.
6. Dan yang terakhir, yang mungkin bisa dilakukan adalah membuat program
atau komunitas tanpa sampah plastik. Karena dengan di mulai dari diri sendiri
juga kelompok kecil hal tersebut akan menarik perhatian banyak masyarakat dan
bisa sangat membantu pengurangan sampah plastik itu sendiri.
Itulah beberapa tips yang bisa kita lakukan di kehidupan kita
sehari-hari untuk mengurangi limbah sampah plastik demi dapat mencapai
lingkungan bersih dan bumi yang sehat.
Yuk kita mulai pengurangan sampah plastik dari diri kita sendiri! Lalu salurkan
ke orang lain demi lingkungan yang lebih baik dan indah.
Komentar
Posting Komentar